artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Misykati Sampai Kini

Kita ingat MAPK. Kita ingat Bonoloyo, Pak Wagiyo, Bu Seksi, warung Abang, Mie Ayam Kiroen, Hik Mourinho, juga Masjid Muqorobin. Dan yang paling dekat, kantin Mbok Turut. Sebagai alumni, pasti banyak kenangan yang terukir dalam hati, suka-duka, OPPK, juga kelas tiga, semua memiliki cerita. Sejak awal berdirinya, tahun 1991, MAPK sudah berpengalaman dalam kapasitasnya mendidik para pelajar, terbukti dari kiprah alumni yang tersebar ke banyak elemen dan lapisan yang ada dalam tatanan kehidupan. Kyai, akademisi, praktisi, politisi, polisi, TNI, semua ada.

Kemajemukan output yang dihasilkan oleh MAPK inilah yang menjadikannya sebagai madrasah yang unggul, berani bersaing, dan diperhitungkan. Di manapun, alumni MAPK selalu membentuk semacam perkumpulan di setiap daerah. Di Jakarta kita dengar IKAMASUTA Jakarta, di Semarang kita dengar IKAMASUTA Semarang, juga dengan IKAMASUTA Jogja serta IKAMASUTA Malang. Tidak terbatas hanya di Indonesia saja, alumni MAPK di Kairo pun juga membentuk perkumpulan pula, namun ia hadir dengan nama yang berbeda: MISYKATI (Majelis Intensif Studi Yurisprudensi dan Kajian Pengetahuan Islam).

Tahun 1997 merupakan awal di mana MAPK menapakkan jejaknya di bumi para nabi dan wali, di mana Univ. al-Azhar menjadi latar belakang para alumni untuk belajar di Mesir. Namun faktor utama bukan pada lembaran ijasah yang diburu, melainkan keilmuanlah yang menjadi tujuan, adapun al-Azhar sebagai penyedia fasilitas keilmuan tadi. Detik terus mengalir, waktu terus berlanjut, tak terasa Misykati sudah sampai di tahun 2015. Yang berarti 18 tahun sudah para alumni menapakkan jejaknya di tanah ini.

Beberapa hari lalu Misykati merayakan hari jadinya yang ke-18. Guna menyemarakkan peringatan tersebut, ketua Misykati periode 2014-2015, Moh. Faqih Dlofir, mengadakan beberapa ajang perlombaan, di antaranya Pitic Cup (futsal), PES, dan Karambol. Sederhana memang, namun itulah yang menjadikannya istimewa. Tak perlu muluk-muluk mengadakan ini itu, kami hanya perlu satu. Berkumpul bersama!

Dari serangkaian kegiatan perlombaan yang diadakan dalam dua hari, akhirnya sampai juga pada malam puncak HUT MISYKATI yang ke-18. Adapun lokasi yang digunakan yaitu aula sekretariat Misykati dan dimoderatori oleh Furqon Khoiruddin, alumni 2014 Gravent Generation. Setelah solat maghrib berjamaah, acara pun dimulai, seperti biasa, diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars MAPK yang dipandu oleh Ahmad Musabiq. Setelah semangat Misykatian dipacu dengan lagu Indonesia Raya dan Mars MAPK, acara mulai masuk ke sambutan-sambutan. Ketua Misykati, Moh. Faqih Dlofir angkatan 2012 Gravart generation, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas naungan-Nya kepada seluruh anggota Misykati sedari awal sampai saat ini, khususnya selama periode kepemimpinanya. Entah berupa keamanan, rezeki, keilmuan, dan keharmonisan, kesemuanya merupakan anugerah dari yang Maha Kuasa. Bung Dlofir juga berharap kedepannya Misykati dengan seluruh penggawa dan anggotanya senantiasa konsisten dalam menjaga serta memelihara cita-cita Misykati. Di akhir sambutannya, ia berdoa agar seluruh Misykatian najah fi al-imtihan dan segera mendapatkan beasiswa Bait Zakat. Amin.
Agar tidak bosan, setelah sambutan ada sesi hiburan diisi dengan deklamasi puisi yang dibawakan oleh Pandhu Dewanata. Lewat puisinya, Memento Mori, yang dipersambahkan untuk Misykati Pandhu Dewanata mengingatkan kita akan kematian. “Kematian ada disela-sela suara,” terangnya ketika membacakan puisi tersebut setelah sebelumnya menyuarakan satu larik puisi Sapardi: Yang fana adalah waktu, kita—Misykati—abadi.
Sebagai mahasiswa al-Azhar, tidak hanya keilmuan islam yang dikuasai Misykatian, melainkan ada banyak disiplin ilmu lain yang dikuasai, dan tidak terbatas pada bidang akademik saja, di bidang kesenian pun juga banyak dari para Misykatian yang menguasainya. Sebut saja Pandhu Dewanata yang masyhur dengan syair-syairnya. Bahkan untuk mempertegas kepenyairannya, ia rela kegerahan dengan rambut gondrongnya.  Tidak hanya itu, kebanyakan Misykatian juga banyak yang bermain musik khususnya gitar.

Sebelum acara potong tumpeng, diadakan photo session. Sesi poto ini dilakukan bergilir dari angkatan termuda yaitu Gravent Generation14, kemudian Gridzeft, dilanjutkan Gravart, Glazen, Glavator dan generasi-genarsi tua setelahnya, tak ketinggalan, juga anggota istimewa Misykati (naturalisasi). Terakhir yaitu sesi poto khusus untuk pengantin baru Kang Thole dan Mba Avi. Setelah sesi poto yaitu potong tumpeng, sebagai penghormatan dari Misykati kang Thole diminta untuk memotong tumpeng yang sudah dihias sedemikian rupa oleh Misykatiwati.


Acara yang ditunggu-tunggu tiba, yaitu malam penganugerahan juara turnamen Misykati. Terdapat  tiga ajang lomba yang dilaksanakan, dan secara kebetulan dua cabang lomba dimenangkan oleh Glavator10, adapun dua cabang lomba tersebut yaitu PES dan Karambol. Sedangkan Pitic Cup dimenangkan oleh All Star Misykati Gamek 61. Para pemenangpun mendapatkan hadiah dan sertifikat khusus dari Misykati.
Ada banyak hal yang menarik pada perayaan HUT Misykati ke-18 tanggal 9 kemarin, pertama, diadakannya tiga ajang lomba  adalah kali pertama sejak dibentuknya Misykati. Perayaan ini merupakan gebrakan anyar dari bung Dhopir selaku ketua. Kedua, Misykati baru saja memiliki anggota baru yaitu Mba Avi yang telah di-misykati-kan oleh Kang Thole lewat jalur KUA. Ketiga, perayaan ini disponsori oleh Ilham Azizi dan Yusuf Fajri yang menyediakan bebek goreng ala masri.
Acara pun berjalan dengan lancar tanpa halangan yang berarti. Para peserta begitu antusias dalam mengikuti jalannya acara dari awal sampai selesai. Selain itu, perayaan ini juga dihadiri tamu-tamu dari KSW.
Furqon Khoiruddin

Laki-laki berperawakan tinggi dan sarat akan jiwa-jiwa korsa. Beberapa aksinya tak lepas dari Moge; Motor Toge*. Reporter lepas, dan sering nongol di beberapa perkumpulan mahasiswa. Buku-buku politik dan catatan lapangan menjadi kesehariannya. Kalau soal wanita gak usah ditanya, dia punya cabang di mana-mana. *motor gede

No comments:

Post a Comment