artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Pitik Cup Misykati; Bukan Sekadar Perebutan Trofi


Warga Misykati dan sekitarnya kembali tersedot perhatiannya oleh si kulit bundar mulus. Setelah Jawa Cup dan KSW Cup, kali ini Misykati tidak mau kalah dengan Pitik Cupnya. Bertempat di Nadi Syabab Syuq Madrosah even akbar satu tahunan Misykati ini digelar. Dengan dimeriahkan oleh  4 club terbaik dari berbagai  sudut kota di Kairo, diantaranya: Buus FC, Real Miskati, AS KSW-Madrasa dan All Stars Misyati Gamek 61. Berangkat dari tempat masing-masing para kontestan memiliki satu visi. Memenangkan turnamen ini dan membawa pulang trofi pitik hidup. Tidak terkecuali Real Misykati yang dihuni oleh para pemain muda yang sangat yakin akan menyabet trofi tanpa halangan yang berarti. 

Tepat pukul 02.00 clt laga pertama digelar. Di bawah sengatan sinar matahari yang masya Allah, laga pertama mempertemukan Real Misykati vs Buus FC. Dengan lama pertandingan 2x 6 menit  yang layaknya 2x 45 menit di hari biasa. Kick of pun dimulai. Di pimpin wasit Obiq Habiebie kedua ke-enaman saling  juaL beli serangan. Buus FC dapat unggul lebih dulu dari kaki bung Jawad. Namun tidak bertahan lama. Real Misykati tidak tinggal diam. Lewat serangan balik cepat meng-perfectcopy gaya real madrid, Ucupon mampu menyempurnakan asis bung Amna menjadi gol. Serasa mendapatkan angin segar, Real Misykati di bawah komando kapten Dhopir terus menggempur Buus FC yang dihuni pemain-pemain andalannya. Lewat sebuah kombinasi serangan apik, Ucupon mampu menerobos pertahanan lawan dan tinggal menyisakan kiper seoarang. Dengan satu ayunan dan jegeerr.. naas bola yang telah melewati kiper mampu diselamatkan oleh mistar gawang bagian atas. Tuhan belum berpihak kepada Real Misykati. Namun tunggu, bola masih memantul, yaah masih memantul dan di sana terlihat Fellaini, eh bung Wahab berlari tak tentu arah. Tanpa disengaja bola muntah mengenai bagian atas di antara dua kaki bung Wahab, dan jegeer.. kali ini bola benar-benar berjalan mulus ke gawang lawan. Gol yang spektakuler. Para punggawa Real Misykati langsung bersorak. 2-1 Real Misykati memimpin. Laga menyisakan satu menit, Real Misykati mengambil inisiatif bertahan. Buus FC ganti menggambil alih permainan. Dengan bermain setengah lapangan Buus FC terus menggempur pertahanaan Real Misykati. Karena faktor cuaca yang begitu ekstrem, Buus FC dapat menyudahi pertahan Real Misykati dengan sebuah gol yang di cetak bung Jawad dan menjadi gol penutup laga. Kedua tim saling berbagi angka satu sama. Real Misykati memuncaki klasmen sementara.
 
Laga kedua dimulai. Kali ini Buus FC menantang AS KSW-Madrasah dan dipimpin wasit Jazam Asfari. Buus FC langsung menyerang sejak menit pertama. Walaupun komposisi pemain sama-sama kuat namun Buus FC mampu mencetak gol lebih dulu melalui bung Sufyan. 1-0 untuk Buus FC. AS KSW-Madrasah mengejar. Lewat kombinasi bung Pandi dkk AS KSW-Madrasah mencoba kebruntungan. Sayang, berulangkali serangan yang dibangun harus terhenti di jantung pertahanan Buus FC. Karena terus menyerang, lini belakang sedikit terabaikan. Buus FC mengambil kesempatan ini. Dimulai dari umpan panjang kang Ulin ke samping kanan pertahanan lawan bola jatuh di kaki bung Sufyan tanpa terkawal satu orang pun. Kang Mahfud yang berdiri di bawah gawang AS KSW-Madrasah siap menghentikan aksi bung Sufyan. Penjaga gawang nomer satu AS KSW-Madrasah itu berdiri dengan ancang-ancang yang agak membungkuk sembari terus berkonsentrasi kepada bola. Melihat hal tersebut, bung Sufyan memutuskan melepaskan tendangan yang keras dan menembus bagian atas jala gawang. 2-0 AS KSW-Madrasah tertinggal. Sampai pluit akhir dibunyikan tak ada lagi gol tercipta. Buus FC menggeser Real Misykati dari puncak klasmen sementara.

Di laga berikutnya Real Misykati kembali turun lapangan untuk meladeni All Stars Misykati Gamek 61. Bisa dibilang ini laga antara senior dan junior. Terlihat ada beberapa pergantian pemain ditubuh Real Misykati dintaranya sang captain Dhopir keluar digantikan oleh kang Muclisin yang merupakan tamu teramat istimewa bagi Misykati bawah. Ternyata pergantian ini sedikit mempengaruhi permainan Real Misykati. Seperti kehilangan gaya permainan, Real Misykati di paksa memungut bola dari gawangnya tiga kali berturut-turut akibat gol cepat dari All Stars Misykati Gamek 61 yang disarangkan oleh kang Islah, pak Eko dan kang Jazam. Sedangkan Real Misykati hanya bisa mendapatkan gol hiburan dari gol bunuh diri lawan. Berawal dari lemparan kedalam yang dilakukan kang Wahab, bola yang melambung mengarah ke back lawan dan langsung disundul mengarah kegawangnya sendiri. Terjadi diskomunifikasi antara kiper dan back sehingga membuahkan gol untuk Real Misykati. Si junior dipaksa mengakui kehebatan sang senior. Buus FC masih d puncak klasamen, sementara Real Misykati kembali tergeser ke peringkat ketiga.

Seperti diatas angin, All Stars Misykati Gamek 61 kembali memperoleh kemenangan dua kali berturut. Kali ini AS KSW-Madrasah menjadi korbannya. Sebelumnya, dari kejauahan arah pintu masuk terlihat kang Tole dan  tiga misykatiwati berjalan menuju lapangan yang menambah  kemeriahan turnamen. Tanpa melakukan pemanasan kang Tole langsung masuk membela All Stars Misykati Gamek 61 dan menyumbangkan satu gol. All Stars Misykati menyudahi perlawanan AS KSW-Madrasah dengan skor akhir 2-0 tanpa balas setelah kang Jazam Asfari menyeploskan gol penutup sebelum laga usai. Berkat hasil ini, All Stars Misykati Gamek 61 berhak menduduki klasmen sementara menggeser Buus FC.


Di pertandingan kelima Real Misykati ditantang untuk menunjukan kemampuan terbaiknya. Menghadapi AS KSW-Madrasah meneger Furqon KH melakukan beberapa perubahan. Dhimas masuk menggantikan Ucupon, dan bung Wahab ditarik kelini belakang lalu di isi oleh streker murni bung Amna dan kang El dengan kapten Dhopir tetap di tengah menjadi gelandang serang sekaligus mengatur tempo permainan. Hasilnya begitu terlihat, Real Misykati sangat leluasa bermain sepanjang laga. Kapten Dhopir mampu membuahkan gol dari assis yang dikirimkan bung Amna. Seperti tidak mau hanya memberi assis, bung Amna menyeploskan gol kedua untuk Real Misykati. AS KSW-Madrasah tidak berkutik. Laga usai 2-0 untuk keunggulan Real Misykati dan kembali keperingkat kedua menggeser Buus FC dengan ungul produktifitas gol.

Penentuan jalan ke final mempertemukan 2 tim yang sama kuat, All Stars Misykati Gamek 61 vs Buus FC. Laga sempat berhenti sebentar untuk mendengarkan azan Ashar. Laga berlanjut, All Stars Misykati Gamek 61 mengejutkan Buus FC dengan gol yang diceploskan kang Tole. Namun All Stars Misykati tidak mengendorkan serangan, begitu juga Buus FC. Sangking panasnya laga sempat terjadi insiden berdarah akibat benturan antara kang Ulin dan kang Lutfi yang mengakibatkan kang Lutfi harus dibawa ke pinggir lapangan. Tim medis bertindak cepat sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Laga berlanjut. Waktu hampir habis, seperti ada angin segar bagi Real Misykati untuk melaju ke final. Menurut pengamat sepak bola kang El Haqi, Real Misykati bisa saja melaju ke final jika kedudukan tidak berubah. “Iki yen menang Misykati duwur, dewe  isoh main neng final, eehh ayo ndang disemprit sit..!!” ujarnya. Namun naas, tiket final yang sudah di depan mata harus pupus oleh gol kang Fahmi pada waktu sepersekian detik sebelum wasit meniup peluit. Atau bisa saja sang wasit terlalu lama meniup peluit. Entahlah. Yang pasti tim yang berlaga di final sudah ditentukan, Buus FC vs All Stars Misykati Gamek 61.


Klasmen akhir:


PERINGKAT

TIM

GOAL-KEBOBOLAN

POIN
1
All Stars Misykati
6-2
7
2
Buus FC
5-3
5
3
Real Misykati
5-1
4
4
AS KSW-Madrasah
0-6
0








Tanpa diberi jeda oleh panitia, pertandingan  langsung dilanjutkan. Para penonton yang menonton langsung  di stadion maupun dari layar kaca sama-sama meneriakan dukungan untuk All Stars Misykati. Seakan tidak mengiginkan Buus FC menjadi juara dan membawa pulang trofi. Kembali ke lapangan, terlihat All Stars Misykati menguasai bola. Terjadi kemelut di depan gawang Buus FC. Bung Dhopir (entah bagaimana kok bisa pindah club tapi ini boleh) yang berada tepat di posisinya langsung menyambar bola dan jegeerr.. All Stars Misykati memimpin dengan skor 1-0. Buus FC dengan cepat membalas dan mengembalikan skor  1-1. Terjadi kejara-mengejar skor antar kedua tim. Laga pun diakhiri dengan skor 2-2 sama kuat. Wasit memutuskan untuk adu pinalti. Penendang pertama bagi All Stars Misykati Gamek 61 diambil oleh kang Tole. Namun kiper lawan, kang Ilham, mampu menghalau bola. Seperti tidak mau kalah, kang Daim yang menjadi kiper All Stars Misykati Gamek 61 menunaikan tugasnya dengan baik dan hanya mampu kebobolan sekali. Lagi-lagi skor sama kuat 1-1. Pada penendang ke 5 All Stars Misykati Gamek 61 mampu menambah skor melalui kang Cetol. Sedangkan kang Ulin sebagai penendang terakhir tidak mampu membuahkan gol dan bola melenceng ke sisi kiri gawang. Pertandingan pun usai dengan skor akhir 2-1 untuk All Stars Miskati Gamek 61. Penonton di stadion bergemuruh menyambut kemenangan yang diraih oleh All Stars Misykati Gamek 61. Kang Daim mendapatkan anugrah kiper tebaik dalam turnamen kali ini sedangkan Man Of the Match diraih oleh kang Tole.


Acara dilanjutkan dengan penyerahan trofi kepada pemenang dan sesi poto bersama. Dalam turnamen kali ini saya dapat mengambil 3 catatan kecil dalam tulisan saya. Pertama, Fellaini atau kang Wahab kembali melesakkan gol fenomenal. “Ini mungkin hari terindah dalam hidup saya. Saya masih belum bisa percaya, tapi gol saya akan masuk dalam buku sejarah Misykati. Setelah mencetak gol saya masih bingung dan hanya mendengar tawa dari para penonton”  ujarnya setelah laga. Kedua, kembalinya kang Muklisin berkumpul bersama lagi setalah beberapa bulan terakhir hampir jarang bertemu. Dan inilah fungsi digelarnya Pitik Cup dalam rangka memeriahkan HUT Misykati yang ke-18. Untuk mengeratkan kembali tali persaudaraan antar sesama anggota Misykati dan yang terpenting berkumpul bersama. Terlepas dari hal tersebut, kang Amna memberikan komentar untuk penampilan kang Muklisin kali ini, ”Muklis mau maine apik yo dadi bek etuk bal langsung diguak og”. Ketiga, kang Tole kembali bermain bola dan mungkin yang pertama setalah mengakhiri masa lajangnya. Oke, sipp!!


Semoga Misykati lebih solid dan aktif dalam berbagai hal setelah merayakan HUT yang ke-18 ini. Dan untuk para Misykatian semoga najah dalam imtihan dan ilmunya bermanfaat. Aamiin.
Dhimas Pribadi

Kalau ada yang bilang dia jago beladiri ‘’Sangkal Putung”, itu benar. Kalau ada yang memanggil dengan sebutan “Cebong” itu juga benar. Lahir di atas kuda dari tanah Sumbawa. Dari kecil sudah akrab dengan bola, bangun pagi bola, di sekolah bola, pulang sekolah bola, siang bola, tapi sorenya nonton spongebob. Tak ada yang menduga kalau orang ini bakalan jadi Liverpuldian.

No comments:

Post a Comment