artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Penghujung Ramadhan


Waktu terus berlalu, tidak terasa sudah satu bulan kita menjalani ibadah di bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, penuh dengan rahmat dan ampunan Allah. Oleh karena itu, berakhirnya bulan Ramadhan menjadi kesedihan seluruh umat Islam. Menurut Dr. Mukhtar Marzuki Rahim dekan Fakultas Teologi di Universitas al-Azhar Assyuth, ia mengatakan, untuk berpisah dengan bulan ramadhan ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu memperbaharui pertaubatan kepada Allah dengan taubat yang tulus dan kita membuka lembaran baru dengan amalan akhir bulan ini, agar senantiasa mendapat rida Allah dan dijauhkan dari api neraka. Dan setelah Ramadhan, kita diharapkan mempunyai niat dan tekad untuk selalu istiqomah di dalam kebaikan, sebagaimana hadist dari Rasulullah:

احب الأعمال الى الله تعالى أدومها وان قل
“Amalan yang paling dicintai Allah SWT adalah yang terus menerus (dilakukan) meskipun sedikit.”

Dr. Mukhtar Marzuki Rahim memperingatkan kita agar menjauhi hal-hal yang berbau maksiat setelah bulan Ramadhan ini, menjauhi perkara yang tidak di ridhai Allah SWT dan perkara yang tidak disyariatkan oleh Rasulullah SAW. Oleh karena itu seorang muslim jangan membatasi dirinya melakukan amal kebaikan di bulan Ramadhan saja, karena Allah memerintahkan kita untuk selalu istiqomah melakukan ibadah dan amal baik sepanjang tahun setelah bulan Ramadhan.

Syeikh Mahmud ‘Asyur, mantan wakil Al-Azhar, ia mengatakan sebaiknya bulan Ramadhan diakhiri dengan menjauhi maksia dan memohon ampunan atau beristighfar. Karena akhir bulan Ramadhan adalah sebaik-baik penghujung bulan.  

Kemudian apa amaliyah lain untuk menghidupkan malam terakhir bulan Ramandhan? Menghidupkan malam terakhir bulan Ramandhan disunnahkan memperbanyak shalat sunnah, berdoa dan dzikir kepada Allah atau dengan amaliyah lainnya terutama shalat tasbih, sebagaimana yang telah difatwakan Darul Ifta' Misyriyah dari hadist:

من قام ليلتي العيدين لله محتسبا لم يمت قلبه يوم تموت القتوب
"Barangsiapa yang menegakkan (menghidupkan) dua malam hari raya dengan penuh keikhlasan, niscaya hatinya tidak akan pernah mati ketika semua hati mati."

Yang dimaksud dengan matinya hati yaitu ketika manusia lebih mencintai dunia hingga memalingkan dari akhirat, ada yang mengatakan menjadi kafir atau matinya hati karena ketakutan hari kiamat. Amalan lain untuk menghidupkan malam ied bisa dilakukan dengan berdiam di Mina (Musdalifah), atau dengan melaksanakan shalat berjamaah dan disambung dengan shalat shubuh berjamaah pula, seperti hadist:

عن ابن عباس-رضي الله عنهما- بصلاة العشاء جماعة والعزم على صلاة الصبح جماعة والدعاء فيهما
Dari Ibnu Abbas ra: shalat isya secara berjamaah dan berazam untuk melaksanakan shalat subuh secaara berjmaah.

Demikian amaliyah yang bisa kita lakukan di penghujung bulan Ramadhan. Semoga ibadah-ibadah yang telah kita jalani selama bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT, dan lebih dari itu, setelah bulan Ramadhan ini, diharapkan kita mampu meningkatkan kualitas ketaqwaan kita kepada Allah SWT dan menjadikan perilaku kita lebih baik.  

Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin, mohom maaf lahir dan batin. (Iiz)

Sumber: koran harian Ahraam edisi tanggal 15 dan 16 juli 2015

No comments:

Post a Comment