artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Diskusi Konsep Musyarokah dan Mudhorobah dalam Syariat Islam bersama Ustadz Sitta

Sistem ekonomi syariah merupakan suatu bentuk metode yang baru di ranah ekonomi Indonesia, terlepas dari pro dan kontra, ekonomi syariah dianggap bisa menjadi solusi dalam memecahkan pelbagai permasalahan ekonomi Indonesia, karena sistemnya yang adil dan tidak merugikan pihak manapun, ekonomi syariah menjadi acuan baru bagi praktisi ekonomi di Indonesia. Selasa (22/09/15) Misykati kembali menggelar agenda kajian rutin mingguan, setelah sekian lama istirahat karena ujian termin dua serta dua hari Raya Islam. Kajian ini juga kajian perdana bagi dedek-dedek imut harapan bangsa, dengan tema ”Memahami Konsep Musyarokah dan Mudhorobah dalam Syariat Islam” yang dibawakan oleh Ustadz Sitta A’la Arkham, Lc. dan dimoderatori oleh saya sendiri (baca Haidar).
Acara yang  berdurasi tiga jam tersebut membahas konsep musyarokah dan mudhorobah dalam kaitannya dengan ekonomi Islam. Nampaknya masih banyak peserta yang masih belum memahami definisi musyarokah dan mudhorobah, sehingga saat sesi tanya jawab, pertanyaan yang dilontarkan hanya berkisar definisi dan contoh mengenai kedua konsep tersebut.
Intinya, contoh yang paling kongkrit dalam bermusyarokah adalah dua orang yang membangun perusahaan, dan keduanya berkontribusi dalam memberikan modal, sedangkan contoh mudhorobah adalah, dua pihak yang satu menjadi investor atau pemilik modal dan satunya lagi menjadi pelaku usaha, begitu kata Ustadz Sitta.


Tema tersebut memang menjadi sesuatu yang baru dalam benak peserta, karena baru kali ini mengusung tema yang bernuansa ekonomi.
Acara berakhir pada pukul sepuluh malam, dan ditutup dengan acara makan makan.


Sani Haidar

Semarang daerah asalnya mau tidak mau membuatnya menasbihkan diri sebagai pria ibu kota provinsi walaupun dia tumbuh dan berkembang di kota seribu HIK (Angkringan) tempat Jokowi membangun integritas. Satu atap dengan Wahab. Tidak suka Monata apalagi wiski yang bercampur coca-cola.

No comments:

Post a Comment