artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Mau Dibawa ke Mana Misykati Kita?




Cukup lama aku melamun di bibir jendela rumah Gamik 61 sambil sedikit memutar otak mencari prakata yang cocok untuk tulisanku kali ini. Berharap ada keajaiban yang tiba-tiba datang dan merasuki diriku, lalu aku tak sadarkan diri, dan ketika nanti aku bangun blank page yang berada di layar laptop sudah penuh terisi dengan tulisan. Sudah berkali-kali aku coba menyusun kalimat apik dan rapi, namun selalu saja mogok mikir. Seakan-akan tidak ada lagi kata-kata yang bisa ditorehkan. Berbaris-baris kata yang telah terlanjur berjajar rapi lenyap dilahap oleh backspace.

Bosan dengan metode melamun alay yang sama sekali tidak membuahkan hasil, aku coba  mencari inspirasi dengan cara yang lain. Mondar-mandir di ruang tamu, kamar, kemudian di dapur, eh mbok menowo ada inspirasi-inspirasi cemerlang di bawah tutup panci atau di belakang pintu kulkas, di balik kartu poker, atau bahkan di kolong meja. Tidak hanya cukup dengan itu, sempat juga aku mencari inspirasi di dinding-dinding rumah yang kata penghuninya dihuni Tobi, hantu baik hati yang setia menemani pemilik rumah. Namun tidak ada inspirasi mangkrak malah lelah dan capai yang merasuk.

Karena begitu frustasi dan hanya ada beberapa kata yang terus berada di sekeliling kepala yang sialnya mereka tak kunjung beranjak pergi juga, akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan tidur.

Namun dalam perjalanan pulang ke rumah tiba-tiba saja aku teringat suatu kejadian, kurang lebih satu tahun yang lalu. Kala itu Misykati sedang punya hajatan besar, tapi bukan sunatan atau walimahan, melainkan LPJ dan sekaligus pemilihan ketua baru yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan M Faqih Dlofir. Singkat cerita, malam itu ada berapa nama Misykatian yang sebenarnya, secara tidak langsung dan tanpa kesepakatan juga, mereka dipilih menjadi kandidat calon ketua Misykati selanjutnya. Nahasnya beberapa nama yang telah diincar tersebut tidak hadir dan keluar dari skenario. Mau tidak mau forum memilih calon ketua dari Misykatian yang hadir.

Ilham Azizi, Furqon Khoiruddin, Pandu Dewanata, nama-nama tersebut yang muncul di permukaan. Dan melalui pemilihan yang demokratis, Ilham Azizi terpilih sebagai ketua Misykati periode 2015-2016.

Sebentar, jangan beranjak dulu. Yang di bawah ini wajib dibaca, kalau yang atas tadi mah curhatan aja, sunnah atuh.

Sekitar satu tahun lebih 31 hari berlalu sejak pelantikan Ilham Azizi sebagai ketua Misykati yang baru menggantikan M Faqih Dlofir, sudah saatnya roda kepemimpinan Misykati bergulir kembali. Laporan Pertanggung jawaban dan Reformasi kepemimpinan Ilham Azizi semakin dekat, hanya tersisa kurang lebih satu hari satu malam. Seperti yang kita lihat, dengan sisa waktu yang sangat sedikit tersebut Misykatian masih adem ayem saja.



Tapi jangan khawatir, dibalik ke-adem ayeman tersebut bukan berarti tidak ada dinamika kampanye kandidat ketua Misykati. Melainkan karena sudah ada beberapa nama yang akan maju memperjuangkan kursi jabatan ketua Misykati. Di beberapa forum santai –termasuk di rumah makan Asia Restaurant 2 hari yang lalu— beberapa Misykatian membincangkan tentang pencalonan tersebut.

Kandidat-kanditat terpilih adalah Pandu Dewanata dari Gravart Generation, Ayatullah El-haqqi dari Gridzeft Generation, dan yang tidak kalah populer Furqon Khoiruddin dari Gravent Generation. Masing-masing dari 3 nama tersebut mempunyai potensi sesuai bidangnya untuk memajukan Misykati baik dibidang akademik maupun organisasi.

Mari mengenal masing-masing kandidat ketua Misykati.

Pandu Dewanata, sang sufi yang siap membawa Misykatian lebih dekat dengan akhirat dan pencipta alam semesta dengan tidak mengesampingkan perkara duniawi. Karena ia juga seorang wartawan senior di Masisir yang akan menelurkan gagasan-gagasan baru untuk web, perpustakaan Misykati, dan juga akan meningkatkan kemampuan menulis anggota-anggota Misykati. Bayangkan saja nanti Misykatian menjadi mahasiswa teladan yang talaqqi iya, nulis iya, organisasi mantap. Sempurna sudah.

Yang kedua Ayatullah El-haqqi alias Supri, sang bintang lapangan yang ahli menggiring bola. Kalau menggiring bola di lapangan yang sebegitu luasnya saja bisa, menggiring Misykati menuju yang lebih baik lagi pastinya lihai juga dong. Tak kalah menariknya, kegilaannya terhadap bola bisa ia aplikasikan di semua aspek kehidupan sehari-hari, yang nantinya akan muncul dari rahim Supri tentang gerakan Misykati Sehat. Sekarang hobi barunya adalah menerjemahkan koran, bisa nanti taswibat lughoh Misykati yang telah lama mati bangkit kembali.  Satu lagi ia adalah sosok Talk less do more.

Yang ketiga Furqon Khoiruddin. Misykatian kalau mau tau sejarah nenek moyang manusia sampai perkembangannya hingga zaman modern ini tanya saja dia. Informan handal yang menguasai semua elemen kehidupan. Avatar Aang saja hanya sanggup menguasai empat elemen. Sosoknya yang berwibawa, penuh karisma, dan disiplin akan membawa Misykati lebih tertib dan disiplin waktu. Beberapa terobosan acara-acara Misykati yang berbobot akan muncul darinya. Dan tidak lupa, ia peduli dengan siapa saja tanpa pandang bulu.

Di atas sedikit ulasan tentang kandidat calon ketua Misykati yang akan datang. Misykati mau dibawa ke mana bukan serta merta tanggung jawab ketuanya. Peran Misykatian yang sebenarnya punya andil lebih besar.

“Ayo mau dibawa ke mana Misykati kita?”

Datang dan meriahkan LPJ dan Reformasi Misykati Kamis, 1 September 2016.


Anis Safrida
Pecinta pelangi, penari dadakan, pengoncek brambang-bawang. Sesekali menjadi "polisi cerewet" percakapan. Belum menaruh minat untuk melihat sepak terjang Kim Jong-Un dalam seri drama Korea Utara. Terlahir di titik paling tengah kota Pulau Jawa (Magelang).

No comments:

Post a Comment