artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Wawancara Imajiner dengan Tiga Kandidat Ketua Misykati


Apa jadinya jika masing-masing dari tiga kandidat ketua Misykati mempunyai beberapa keistimewaan yang sama-sama kuat? Saya –dan mungkin banyak anggota Misykati berfikiran sama dengan saya— yakin jika mereka memiliki kesempatan untuk obral janji dan kampanye, cari perhatian kayak baliho-baliho pinggir jalan, para pemilih pasti akan terbingung-bingung, bahkan akan mengadakan salat istikhoroh bersama, sebab ketiga kandidat ini sama-sama kuat. Tapi sayangnya para kandidat ini tidak berafiliasi dengan partai manapun dan belum memiliki tim sukses. Jadi, untuk meyakinkan para pemilih siapa yang benar-benar akan mereka coblos mukanya di bilik pemilihan, saya melakukan sedikit wawancara imajiner dengan ketiga kandidat. Untuk profil ketiga kandidat ini sudah ditulis secara gamblang dan jenaka oleh mbak Safrida, silahkan cek berita sebelumnya. Silahkan membaca dan tentukan pilihan anda.

Wawancara 1: Saudara Ayatullah alias Supri

Selamat malam Mas Supri
Ya, malam. Sapaan pembuka wawancara Mas terlalu mirip dengan saingan saya, si wartawan senior itu. Dan saya geli mendengarnya.
Oke Mas, maaf. Anda sedang tidak sibuk kan? Saya akan bertanya sedikit.
Silakan.
Apa yang akan Mas tawarkan untuk warga Misykati selaku kandidat ketua?
Apa ya, emm.. semua warga Misykati kan sudah paham bagaimana saya menggocek dan mengontrol bola. Anda tahu Messi?
Iya Mas, tahu.
Nah, itu. Saya juga tahu Messi.
Anda belum menjawab pertanyaan saya Mas.
Sebentar, Anda wartawan kok nggak sabaran gitu. Belajarlah dulu sama, emm.. siapa saingan saya itu. Duh lupa namanya.
Pandu Mas.
Ya, itu. Begini, saya terkenal ahli mengontrol bola. Itu salah satu alasan saya percaya diri menjadi kandidat. Saya percaya, saya juga akan ahli mengontrol sistem kepengurusan Misykati.
Apa persamaan antara Misykati dengan sepak bola Mas?
Loh Anda ini tidak tahu ya kalau sepak bola sebenarnya adalah sistem. Kapten kesebelasan akan mengatur sistem yang terdiri dari bek, gelandang, sayap, kiper, dan penyerang untuk mencetak gol dan memperkuat pertahanan. Begitu.
Adakah seseorang atau lebih dari warga Misykati yang diyakini pasti mendukung Anda?
Ada doong. Salah satu penduduk Gamik Bawel ada yang benar-benar mendukung saya. Kalau Masnya pengen tahu siapa, lihat saja besok waktu penghitungan suara pasti ada salah satu penduduk Gamik Bawel yang bersuara paling lantang. Nah itu dia orangnya.
Apakah Mas yakin pendukung Mas hanya satu itu saja? Tidak ada yang lain?
Kalau yang satu itu saya yakin karena, emmm begini Mas, ini masalah perasaan sebenarnya. Kami berdua saling percaya dan saling mendukung. Begitu. Dan semoga saja yang mendukung hubungan kami berdua juga mendukung saya untuk menjadi ketua Misykati selanjutnya. Oke, biar Anda tidak begitu penasaran dan bertanya tentang pendukung tetap saya ini, saya kasih satu info. Dia diisukan akan menjadi ketua Wihdah selanjutnya. Gimana? Keren to?
Ooh begitu. Terimakasih Mas infonya.
Sama-sama. Oh iya Mas wartawan amatir, jangan lupa belajar wawancara lagi sama saingan saya itu. Dia wartawan kondang, tapi saya yakin pendukungnya seuprit. Haha..

Wawancara 2: Saudara Ahmad Bandu alias Sang Sufi

Selamat malam Mas Bandu.
Sambutan yang lumayan hangat, tapi tak apalah untuk pemula, haha. Bagus, anak muda.
Terimakasih Mas. Boleh minta waktunya sebentar?
Oke. Sebentar saja lho ya, karena ini waktunya saya pergi ke Masjidil Haram untuk salat tahajud. Eh, mau minta waktu? Anak muda, Allah menciptakan waktu dan waktu hanyalah milik Allah. Jangan minta ke saya.
Astaghfirullah. Ya ya, maaf Mas.
Jangan minta maaf ke saya. Anda harusnya meminta maaf kepada Allah.
Astaghfirullah..
Mari Mas, dzikiran bersama biar hati kita bersih.
(Dzikiran selama setengah jam)
Oh iya Mas, ini waktunya saya terbang ke Mekah. Boleh saya pamit duluan?
Eh sebentar Mas, saya ada pertanyaan. Satu saja.
Oke satu saja ya. Saya terburu-buru ini.
Apa yang Anda tawarkan untuk warga Misykati selaku kandidat ketua?
Haha, tidak muluk-muluk kok. Saya akan membawa anggota saya mengenal Tuhannya lebih dekat dan membawa mereka Jumatan setiap minggu di Masjidil Haram. Insya Allah.
Apakah itu efektif untuk menarik minat warga Misykati?
(Menaiki awan kinton)
Mas bentar Mas.
Bho.. (dengan bibir membentuk lingkaran kecil dan dahi yang mengernyit, ekspresi khas Koko)

Wawancara 3: Saudara Furqon alias Bang Irung

Selamat malam saudara Furqon
Hei hei.. ya.. ya.. selamat malam juga mas wartawan, hmm hmm. (Mengelus-elus punggung saya, kumis tebalnya bergerak-gerak)
Saya mau wawancara sebentar Mas. Boleh minta waktunya?
Ya saya tahu kok tugas wartawan itu wawancara. Nggak usah ijin lagi. Hmm hmm.. (Mengelus-elus punggung saya lagi)
Oh maaf Mas, saya masih amatir kata saingan anda, Mas Supri. Jadi harap dimaklumi.
Supri? Waah benar juga dia. Hmm hmm.. (Masih mengelus-elus punggung saya)
Kok Anda senang sekali mengelus-elus punggung orang lain? Apakah Anda punya kecenderungan seksual yang, emm..
Ooh, hmm hmm.. tidaaaak. Sama sekali tidaak. Saya begini hanya agar menjadi lebih dekat dengan Anda. Begitu. Hmm.. hmm..
Jadi ini taktik Anda sebagai informan handal?
Analisis yang sangat tepat. Bahkan setiap warga masisir yang berpangkat tinggi juga sudah saya elus-elus punggungnya Mas, dan mereka jadi lebih dekat dengan saya. Hehe.. Duh jujur Mas, saya sungguh bahagia jika mempunyai bawahan seperti Mas, analisis akurat. Hehe.
Aduh maaf Mas, hehe. Tingkat saya masih jauh di bawah Mas.
Looh looh.. jangan salah. Siapa yang meminta Anda untuk jadi bawahan saya? Saya hanya akan merasa bahagia jika Anda jadi bawahan saya. Itu saja.
Iya Mas, maaf.
Kebanyakan minta maaf kamu, haha.
Begini Mas, apa yang Anda tawarkan kepada warga Misykati selaku kandidat ketua?
Karena saya informan handal dan kenal dengan banyak warga masisir, terutama orang-orang pentingnya, maka banyak informasi yang pasti saya dapat dan tentunya akan saya berikan kepada calon warga saya. Ada informasi beasiswa, musaadah, asrama, acara-acara besar, jadwal talaqqi, dan lain sebagainya.
Menurut Anda apakah iming-iming yang anda tawarkan cukup efektif?
Ya iya dong. Siapa sih warga masisir yang tidak membutuhkan informasi? Informasi itu penting loh. Coba pikir, Anda ke sini juga sedang mencari informasi tentang kehebatan saya kan? Warga Misykati membutuhkan informasi tentang saya, dan itu penting. Haha (kumisnya bergerak lagi). Oh iya, Anda sekarang rumahnya mana Mas?
Gamik Mas.
Ooh.. sejak kapan Anda menjadi wartawan?
Saya baru-baru ini Mas jadi wartawan. Masih latihan.
Terus apa pendapat Anda tentang tiga kandidat ketua Misykati?
Loh loh Mas, kok malah saya yang jadi narasumber?
Eh maaf Mas. Biasa, insting wartawan, hehe. Saya sebenarnya wartawan ternama masisir lho, tapi setelah datang wartawan Ahmad Bandu itu saya beralih profesi jadi informan dan politikus, haha..
Ya sudah Mas, terimakasih informasinya.
Oh iya sama-sama. Eh bentar Mas, bentar..
Iya Mas?
Pilih saya ya.

Sila tentukan pilihan anda.


Muhammad Firdaus
Pustakawan, pembuat puisi bayaran, model rokok seram. Pernah menggelandang di ibu kota selama beberapa bulan. Punya semua media sosial kecuali Snapchat. Musik indie sebagai identitas diri. Semarang adalah kelambu jiwanya.

No comments:

Post a Comment