artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Reformasi Kepengurusan Misykati Mesir



Pembacaan Laporan Pertanggungjawaban Misykati pada Kamis (1/9/2016) lalu menjadi penutup kepengurusan yang dinakhodai Ilham Azizi, Lc. beserta jajarannya. LPJ yang berlangsung di Sekretariat Misykati Mesir dihadiri oleh 26 Misykatian serta 2 tamu undangan istimewa perwakilan KSW Mesir, yaitu Fadhilah Rizki dan Munif.


Dalam laporannya, Ilham mendapat kritikan dari Rosyad Sudrajat, Lc. perihal profesionalisme dalam menjalankan roda kepengurusan Misykati. Hal ini dapat dilihat dari laporan yang tidak melampirkan daftar nama pengurus selama periodenya. Selain Rosyad, kritikan juga disampaikan oleh Sofyan Daim. Ia menilai laporan yang disajikan oleh pengurus terlalu umum.

“Sekalipun Misykati dijalankan atas asas gotong royong, namun kita harus sadar bahwa Misykati tetaplah sebagai organisasi. Makanya, kalau membuat laporan kita minta yang sesuai standar organisasi pada umumnya. Tidak terlalu ringkas seperti ini.”

Usai laporan dan evaluasi oleh senior, tibalah pada acara yang ditunggu-tunggu, pemilihan ketua Misykati 2016/2017. Calon ketua yang memenuhi kriteria boleh dipilih oleh siapa saja yang hadir pada pemilu. Pada babak awal penentuan bakal calon ketua, terhitung ada 28 orang pemilih dan mereka harus menuliskan 2 nama. Suasana riuh ketika ditemukan beberapa kertas bertuliskan “El-Haqqi & Safrida”, yang ramai digosipkan selama tiga bulan terakhir.

Nama-nama yang muncul, El-Haqqi 21 suara, Furqon 13 suara, Pandu 10 suara, Amna 3 suara, Safrida 3 suara, Dhimas 1 suara, Rosyad 1 suara, serta 4 suara tidak sah karena memilih nama di luar kriteria yang disepakati. 3 nama dengan suara terbanyak yaitu, El-Haqqi, Furqon dan Pandu. Ketiganya kemudian menyampaikan visi-misi di hadapan Misykatian. Di putaran kedua—yang sekaligus hasil akhir pemilu kali ini, El-Haqqi mendapat 16 suara, Furqon 6 suara dan Pandu 4 suara. 

Dengan demikian El-Haqqi resmi terpilih menjadi ketua Misykati yang baru dan Furqon sebagai sekretaris. Sementara itu, posisi Wakil Ketua ditempati oleh Anis Safrida—dikarenakan kedekatan mereka juga agar kinerja kepengurusan semakin konkrit. Selain wakil ketua, dipilih juga beberapa nama yang menempati susunan departemen-departemen untuk kepengurusan baru, seperti Departemen Pendidikan, Olahraga, Web & Perpustakaan, dan lain-lain. Adanya wakil ketua dan departemen-departemen itu merupakan terobosan baru yang tidak ada di kepengurusan Misykati sebelumnya.

Sebagai Ketua Terpilih, El-Haqqi—akrab dipanggil Supri—diberi waktu khusus untuk menyampaikan sepatah-dua patah kata, kemudian disusul serah-terima jabatan oleh mantan ketua Ilham Azizi kepada Supri. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ishlahuddin Mubarok selaku Sesepuh Misykati.

Namun sebelum Misykatian bubar, ada ceplok telur untuk Firdaus karena bertambah usianya. Semoga dengan regenerasi kepengurusan ini juga Firdaus yang berulang tahun, ia dan Misykati Mesir semakin maju dan selalu mendapat ridla Allah Swt.


Silma Dianaty el-Fath
Aktifis Fesbuk dan Instagram yang tidak betah di rumah. Bosan dengan dinginnya Wonosobo, kini ia nekat menghadapi panasnya benua Afrika.

No comments:

Post a Comment