artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

SEMARAK HUT MISYKATI



Siang itu gubuk sempit Misykati terkesan padat oleh lalu-lalang Misykatian yang tengah mempersiapkan malam puncak HUT Misykati. Di kampung Soekacawiek tepatnya, Misykatian sibuk mempercantik ruang seluas 3x6 m2 dengan berbagai pernak-pernik karya sendiri. Terlihat kertas, gunting, spidol, hingga kayu berserakan di sana. Tak tertinggal es krim rasa coklat vanilla menemani para Misykatian berkarya. Balon warna-warni berisi helium telah tertata rapi dengan pita cantik menambah keramaiannya. Di sudut ruangan, sebuah panggung kecil berdiri memberi kesan artistik. Belum cukup kiranya pernak-pernik yang telah terpasang, Misykatian masih berkutik dengan gunting dan teman-temannya. Tampak di sana mbak Nurul dan mbak Zia sibuk dengan emot-emot lucu hasil karyanya. Tak mau terlihat nganggur, mas Ucup menebalkan gambaran pensil emot-emot itu dengan spidol hitam. Berbeda dengan mas Ucup yang mencari-cari kesibukan, melihat es krim coklat vanilla teracuhkan oleh para manusia, mas Tebe mendekatinya dengan piring mungil dan sendok kecil di tangannya. Mas Sarep yang melihatnya ingin mencomot es krim dengan sigap mengambil ember es krim dan menjauhkannya dari si Hokage.
“Nih Cul, jangan kasih mas Tebe,” katanya seraya menyodorkan ember es krim.
Berhubung saya baik hati dan merasa iba dengan mupeng alias muka pengen mas Tebe, saya pun membagi es krim yang tersisa.
Beberapa menit kemudian amu Muwafiq dan keluarga tiba. Padahal hias menghias belum juga usai. Para Misykatian bergegas merampungkan dekorasi. Satu persatu isian tumpeng pun berdatangan lengkap dengan para pembuatnya. Tumpengan adalah tradisi yang tidak boleh tertinggal dalam HUT Misykati. Pembuatan tumpeng dilakukan secara gotong-royong antar warga Misykati.
Semua hal telah rampung. Acara siap dimulai. Para Misykatian menempatkan diri, MC pun membuka acara. Kali ini acara dibawakan oleh dua sejoli yang digosipkan pernah cinlok semasa putih abu-abu. Namun sayang, kisah cinta mereka tidaklah bertepuk sebelah tangan. Hingga sebuah fakta mengejutkan terkuak di antara mereka, bahwa ternyata mereka saudara se-mbah canggah. Siapakah mereka? Siapa lagi kalau bukan Rafli dan Faza.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran beserta sari tilawahnya yang dilantunkan oleh Farras dan Ulya. Kemudian acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya dan mars kebanggaan yakni mars MAPK yang dipandu oleh Muta’ani Azzahra. Selanjutnya sambutan oleh mas Muchlisin sebagai ketua Misykati. Dalam sambutannya beliau mengajak para Misykatian menghidupkan kembali lentera Misykati yang kian meredup. Sambutan yang kedua disampaikan oleh lik Pandi. Kata lik Pandi, ada yang berbeda dengan HUT kali ini. Katanya HUT tahun ini lebih sistematis dengan adanya undangan resmi dari panitia. Harapnya acara-acara ke depan lebih baik lagi.  
Inti acara dalam HUT Misykati adalah potong tumpeng yang dilakukan langsung oleh ketua Misykati. Acara pemotongan tumpeng diselipkan harapan untuk Misykati ke depannya.
Dan acara yang ditunggu-tunggu tiba: pengumuman pemenang Pitik Cup. Apa sih Pitik Cup itu? Pitik Cup adalah sebuah perlombaan yang memperebutkan seekor ayam.
Pembacaan pemenang Pitik Cup dibawakan oleh mas Sarep dan mbak Nurul. Sepasang muda-mudi ini adalah penggerak perpustakaan Misykati. Rumornya mereka terlibat cinlok. Bukan cuma Rafli dan Faza ternyata hmm.
Disertai banyak basa-basi, keduanya memanggil satu persatu pemenang. Pitik Cup dibagi dua sesi, yakni sesi outdoor dan indoor. Outdoor dilaksanakan di Nadi Sallab. Lombanya meliputi futsal, Tarik tambang, paku botol, kacang sumpit, dan koran berjalan. Sedangkan indoor seperti biasa dilaksanakan di sekretariat Misykati. Lomba-lombanya yaitu makan isy, karambol, one heart, PES, dan tebak kata. Inilah para juara pitik cup: tarik tambang dimenangkan oleh Misykati, paku botol oleh angkatan ganjil, kacang sumpit oleh Gratzka, koran berjalan oleh Grivazs, makan isy putra oleh Gridzeft, makan isy putri oleh Grivazs, one heart oleh Soekacawiek, tebak kata oleh Grizard, PES (single) oleh Grazeta, PES (double) oleh Grivazs. Eits ada yang ketinggalan: FUTSAL. Karena ini lomba utama pengumumannya harus istimewa dan hanya futsal yang ada pialanya walaupun piala bergilir. Peraih piala kali ini adalah skuad Atletico Madrasah sebagai pemenang utama dan juara kedua diraih oleh KSW Allstars.
Pengumuman pemenang Pitik Cup pun usai, tapi acara belum selesai. Masih ada nominasi Misykati Award yang telah di-vote lewat google form. Hayoo siapa yang belum nge-vote?
Mas Ucup maju ke panggung membawa list nominasi Misykati Award. Tapi kok sendirian yak, akhirnya mas Ucup berhasil menarik mbak Binti menemaninya di panggung utama. Berikut Misykatian peraih nominasi: kategori talaqqi diraih oleh Anjaz Yordan Maula dengan 33 suara, teraktif oleh Dian Nafi’ El-Hamami dengan 26 suara, organisatoris oleh Furqon Khoiruddin dengan 30 suara, tersangar oleh Said Abdillah dengan 28 suara, termumtaz oleh M. Ilham Azizi dengan 19 suara, rajin kuliah oleh Arina Sabiela dengan 18 suara, terunyu putra oleh Farras Abiyyu dengan 24 suara, terunyu putri oleh Khoirunnisa Nur ‘aini dengan 20 suara, idaman oleh Izzati Latifah dengan 28 suara, rajin oleh M. Nizar dengan 21 suara, jomblo terlama oleh Rosyad Sudrajad dengan 32 suara, non-Misykatian teristimewa oleh Fariz M. Iqbal dengan 25 suara, dan terakhir angkatan terbaik oleh Grivazs dengan 20 suara. Wah sepertinya ada kejanggalan di sini, Grivazs sebagai angkatan terbaik hmm.
Di panggung kecil pojok ruangan, musisi-musisi Misykati mempersembahkan penampilan memukau sebagai penetral kejenuhan para hadirin. Tak terlupa sebuah puisi karya Usman Arrumy dibacakan dengan penuh penghayatan oleh Wawa –dedek baru Misykati yang baru mendarat satu bulan yang lalu. 
Di penghujung acara para sesepuh menyampaikan wejangan-wejangan untuk para Misykatian. Tampak hadir 3 sesepuh Misykati, di antaranya amu Sugeng, amu Muwafiq, dan kang Tole. Di antara ketiganya, amu Muwafiq yang pertama kali memberi petuah. Beliau mengingatkan para Misykatian, di usia Misykati yang menginjak angka 22 ini, agar selalu bersyukur berkat masih eksisnya Misykati dalam kurun waktu hampir seperempat abad. Beliau juga berpesan untuk selalu mengenang jasa para senior dan senantiasa melanjutkan cita-cita para senior mempertahankan eksistensi Misykati baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Petuah selanjutnya diberikan oleh amu Sugeng. Beliau ini senior Misykati yang telah menyelesaikan doktoralnya beberapa minggu yang lalu. Sembari bernostalgia, beliau berpesan supaya Misykati selalu menjaga kerukunan. Satu ungkapan dari amu Sugeng yang saya ingat “rukun ing atase bedo-bedo”, bermakna sedari dulu Misykatian adalah warna yang beragam namun tetap rukun di atas keberagaman. Dan petuah terakhir disampaikan oleh baba Ilkiya atau sering dipanggil kang Tole. Tak berbeda dari amu Sugeng, beliau juga mengawali petuahnya dengan nostalgia singkat. Beliau mengingatkan petuah lama tentang sebuah penyesalan dan meminta para Misykatian agar memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin. Beliau juga berpesan agar kegiatan-kegiatan keilmuan dan kajian di Misykati diaktifkan kembali. Kata beliau, “yang dulu diuri-uri, yang baru harus diupdate.”  
 Acara selesai.


Ulya Khoirunnisa
Anggota rumah bawel sholeha terbapshol; bawel plus sholehah asal Weru. Gadis cilik yang jago karate sekaligus pecandu tolak angin walaupun sebenarnya tidak benar-benar sakit. Penikmat selimut musim dingin dan mengaku pernah tidur sampai tak sadarkan diri.

No comments:

Post a Comment